LATAR BELAKANG

Kondisi hutan yang rusak berakibat terhadap penurunan pasokan kayu bagi industri perkayuan. Melalui berbagai kajian ilmiah, beberapa upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya adalah pemanfaatan kayu jenis cepat tumbuh dari HTI dan material berlignoselulosa dari perkebunan sebagai bahan substitusi kayu.  Di Sumatera Utara, perkebunan didominasi oleh komoditas tanaman kelapa sawit dan karet.  Limbah biomassa dari perkebunan kelapa sawit dan karet selama ini belum termanfaatkan secara optimal.  Diperlukan keselarasan teknologi dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan material hutan dan perkebunan sehingga menghasilkan suatu produk bernilai tinggi.  Pemanfaatan biomassa dari hutan dan perkebunan secara terintegrasi diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap hutan alam sehingga kelestariannya tetap terjaga.  Sebagai sarana untuk bertukar ilmu dalam upaya mengatasi permasalahan kehutanan dan industri perkayuan di Indonesia, para peneliti dan akademisi yang menggeluti dunia perkayuan dan kehutanan sejak tahun 1998 diselenggarakan seminar tahunan Masyarakat Peneliti Kayu Indoensia (Mapeki) di berbagai kota di Indonesia.   Pada tahun 2014, Universitas Sumatera Utara (USU) dipercaya menjadi pelaksana kegiatan Seminar Nasional Mapeki XVII yang dilaksanakan di Kota Medan.

PESERTA

Seminar Nasional  XVII Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia mengundang para pihak untuk mengirimkan makalah dan poster untuk topik: Struktur dan sifat kayu; Biokomposit; Pengerjaan kayu; Keteknikan kayu; Bioenergi, kimia hasil hutan dan hasil hutan bukan kayu; Biodegradasi dan pengawetan kayu; Silvikultur dan bioteknologi; serta Kehutanan umum.

LEAFLET

Klik DISINI untuk mengunduh leaflet.